PEMILU

Pemilu Ukraina Ditentang Eropa

Pemilu Ukraina Ditentang Eropa

Pemilu Ukraina Ditentang Eropa, Kelompok pemberontak yang didukung oleh Rusia yang muncul di sebelah timur Ukraina.

Menggelar pemilihan umum yang dikabarkan sepihak pada hari Minggu (11/11).

Akan tetapi keputusan mereka ditentang keras langsung oleh pemerintah dan juga beberapa negara yang ada di Eropa.

Pemilu Sepihak Ukraina Ditentang Negara-Negara Eropa

Dilansir dari CNN Indonesia pada Senin (12/11),

Pemilihan umum sepihak tersebut pasalnya digelar di Kota Donetsk dan juga Lugansk.

Kedua kota tersebut pasalnya dikuasai oleh para pemberontak separatis semenjak tahun 2014 silam.

“Kami membuktikan kepada dunia tak Cuma bisa bertempur sjaa, tak Cuma menang di medan perang,

namun juga bisa membangun negara dengan prinsip demokrasi yang sebenar-benarnya,” ungkap Denis Pushilin (37),

Pemimpin separatis Pemilu Ukraina Ditentang Eropa Oleh kelompok pemberontak di Donetsk.

Pemungutan suara yang dilakukan kemarin juga berlangsung dengan tegang dikarenakan tempat pencoblosannya dijaga sangat ketat oleh pasukan pemberontak bersenjata lengkap.

Pushilin sebagai pemimpin separatis tersebut bersama dengan pemimpin pemberontak di Lugansk,

yaitu Leonid Pasechink diperkirakan bakal menang dalam pemilihan yang ada di wilayah masing-maisng.

Namun demikian, Perancis dan juga Jerman menentang pemilihan umum,

Yang digelar sepihak oleh kelompok pemberontak separatis di Ukraina tersebut.

Pemilihan Umum Ilegal dan Tidak Sah Mengenai Pemilu Ukraina Ditentang Eropa

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, dan juga Kanselir Jerman, Angela Merkel,

menyatakan bahwa mereka mendukung Presiden Ukraina, Petro Poroshenko.

Mereka sepakat bahwa pemungutan suara itu illegal dan juga tidak sah.

“Pemilihan umum ini pasalnya mengabaikan integritas dan juga kedaulatan wilayah Ukraina,” ungkap Macron

Dan juga Merkel di dalam jumpa pers bersama, setelah menghadiri peringatan Perjanjian Damai Perang Dunia I.

Petro Poroshenko mendesak para sekutunya menjatuhkan sanksi pada Rusia karena melanggar perjanjian togel hongkong damai diteken 3 tahun lalu.

Ia pun meminta penduduk yang ada di timur Ukrainan tak mengikuti pemilihan umum yang dipaksa oleh para pemberontak itu.

“Rusia menggelar pemilihan palsu di Donbass,” ungkap Poroshenko.

Rusia pasalnya mencaplok Semenanjung Krim di tahun 2014 dan akhirnya mendukung para pemberontak separatis tersebut.

Pemerintah Ukraina sendiri mengklaim hal tersebut adalah dikarenakan keputusan mereka yang memilih untuk merapat ke Blok Barat.

Sejak saat itu pembicaraan damai dimulai tahun 2015, namun menemui jalan buntu sampai sekarang.

Walaupun pertempuran besar telah selesai, kontrak senjata masih terjadi secara sporadic.

Diperkirakan bahwa pemilu tersebut adalah salah satu cara Rusia untuk memperkuat kedudukannya di wilayah Semenanjung Krim.

Jumlah pemilih yang mana menggunakan hak suara mereka di Donetsk pasalnya mencapai 80%.

Sementara di Lugansk, pemilih-pemilih yang ikut mencoblos mencapai jumlah 77% dari jumlah penduduk di sana.

Permasalahan antara para pemberontak separatis yang pro-Rusia dengan Ukraina sendiri sudah berlangsung lama.

Bahkan di tahun 2017 lalu, pemerintah Ukraina dan juga pemberontak pro-Rusia itu melakukan pertukaran tahanan dengan jumlah paling banyak,

Sejak konflik antara keduanya pecah pada tahun 2014.

Ratusan orang yang sebelumnya menjadi tawanan bisa kembali ke keluarga mereka masing-masing menjelang Tahun Baru dan juga perayaan Natal untuk umat Kristen Ortodoks.

Bahkan lebih dari 10 ribu orang yang telah terbunuh dan menjadi korban dalam konflik itu.

Dan tiap harinya korban masih saja berjatuhan meski sudah ada gencatan senjata sejak tahun 2015 lalu.

Ukraina pada saat itu diminta untuk menyerahkan 306 orang tahanan yang dibawa menggunakan bus pada kelompok separatis dan akhirnya menerima 74 tahanan sebagai balasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *